Kegiatan Kami

CEA Sumbagsel Perkuat Ruang Sipil dan Demokrasi Melalui Konsolidasi Regional di Lampung

Bandar Lampung, 4 Desember 2025 – Jaringan organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Civic Engagement Alliance (CEA) Regio Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) resmi memulai pertemuan konsolidasi regional. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (4–5 Desember 2025) di Kantor Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat ketahanan demokrasi melalui pelindungan ruang sipil yang aman dan inklusif.

Mengusung tema besar “Refleksi dan Antisipasi: Membangun Imajinasi Kolektif mengenai Ruang Gerak dan Keterlibatan Masyarakat Sipil yang Efektif,” pertemuan ini merupakan tindak lanjut konkret dari Rembug Nasional II CEA yang sebelumnya digelar di Lembang, Jawa Barat.

Tentang Civic Engagement Alliance (CEA)

Civic Engagement Alliance (CEA) adalah aliansi strategis organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada penguatan suara sipil untuk advokasi kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. CEA bekerja untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki ruang yang aman untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi dan pembangunan.

Urgensi Penguatan Jejaring Sipil

CEA hadir dengan visi utama memperkuat ruang sipil (civic space) di Indonesia agar lebih terbuka dan kondusif. Keyakinan dasarnya adalah bahwa ruang sipil yang sehat merupakan fondasi utama bagi ketahanan demokrasi.

Pertemuan di Lampung ini dirancang secara khusus untuk memastikan keterlibatan kelompok marginal, perempuan, dan anak muda dalam merumuskan strategi gerakan di tingkat regional.

“Konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya strategis untuk memetakan tantangan nyata di lapangan dan merumuskan langkah antisipatif bersama demi keberlangsungan advokasi publik di Sumbagsel,” ujar Febrilia (Direktur YKWS).

Partisipasi Lintas Sektoral

Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Tim Sekretariat CEA dan dibuka dengan sambutan dari Febrilia Ekawati selaku perwakilan tuan rumah (YKWS). Sebanyak 13 organisasi masyarakat sipil (OMS) terkemuka di wilayah Sumbagsel turut ambil bagian, di antaranya:

  • Bengkulu: PMMI Bengkulu, Walhi Bengkulu.

  • Sumatera Selatan: Aisyiah Banyuasin, WCC Palembang.

  • Jambi: Yayasan Setara Jambi.

  • Lampung: Gaya Lentera Muda Lampung, PKBI Lampung, YSC Lampung, Perkumpulan Gita Buana, Walhi Lampung, LBH Lampung, dan YKWS.

Tujuan dan Agenda Strategis

Selama dua hari, para peserta melakukan diskusi mendalam dan pemetaan isu dengan lima tujuan utama:

  1. Pemetaan Akar Masalah: Mengidentifikasi kasus sektoral, tantangan, dan aktor kunci gerakan masyarakat sipil di regional.

  2. Analisis Situasi: Menakar efektivitas keterlibatan publik dan situasi ruang gerak sipil terkini di Sumbagsel.

  3. Imajinasi Kolektif: Membangun visi bersama mengenai peran masyarakat sipil dalam melindungi HAM dan demokrasi berbasis skenario antisipatif.

  4. Tata Kelola Jaringan: Merumuskan struktur regional, termasuk penetapan Simpul Regio, Sekretariat, dan mekanisme keanggotaan.

  5. Aksi Kolektif: Merancang aksi bersama berdasarkan kapasitas dan sumber daya anggota.

Luaran yang Diharapkan

Pertemuan ini menargetkan dua luaran (output) krusial:

  1. Potret Situasi Terkini: Data komprehensif mengenai kondisi ruang gerak masyarakat sipil di Sumbagsel yang diukur menggunakan instrumen CIVICA.

  2. Rencana Tindak Lanjut: Kesepakatan rencana operasional dan aksi kolektif yang akan dijalankan oleh Simpul Regio CEA ke depannya.