Artikel

Tegaskan Komitmen pada Isu Lingkungan, YKWS Dipercaya Jadi Tim Penilai Adiwiyata Pringsewu

PRINGSEWU –  Pada awal tahun ini, Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) dipercaya menjadi salah satu bagian dari tim penilai dalam kegiatan Penilaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Pringsewu tahun 2026.

Kegiatan penilaian ini berlangsung secara intensif selama sebelas hari, mulai dari tanggal 2 Februari hingga 12 Februari 2026. Tim penilai yang terdiri dari berbagai elemen termasuk perwakilan dari YKWS diikutsertakan langsung untuk mengevaluasi 22 sekolah yang tersebar di wilayah Kabupaten Pringsewu.

Program Adiwiyata sendiri merupakan salah satu upaya strategis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Dalam proses penilaian di lapangan, tim tidak hanya sekadar melihat keasrian lingkungan fisik sekolah, tetapi juga meninjau secara komprehensif berbagai aspek pendukung. Beberapa indikator utama yang dievaluasi meliputi:

  • Kebijakan Berwawasan Lingkungan: Kesesuaian visi, misi, dan kurikulum sekolah dengan upaya perlindungan lingkungan.

  • Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih (WASH): Memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan, toilet yang layak, serta akses air bersih bagi seluruh warga sekolah.

  • Pengelolaan Sampah: Praktik pengurangan sampah plastik, daur ulang, dan sistem pemilahan sampah di area sekolah.

  • Partisipasi Warga Sekolah: Keterlibatan aktif siswa, guru, dan staf dalam kegiatan berbasis lingkungan, seperti penanaman pohon, pengelolaan kebun sekolah, hingga kampanye hemat energi.

Keterlibatan YKWS dalam tim penilai ini sangat sejalan dengan visi dan misi lembaga yang selama ini fokus pada program-program konservasi, adaptasi perubahan iklim, serta isu air, sanitasi, dan kebersihan (WASH). Melalui partisipasi ini, YKWS berharap dapat memberikan masukan yang konstruktif dan obyektif bagi sekolah-sekolah di Pringsewu.

“Keterlibatan YKWS dalam penilaian Adiwiyata ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendorong budaya peduli lingkungan sejak dini. Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari 22 sekolah di Pringsewu yang dinilai. Harapannya, program ini bukan sekadar pemenuhan indikator secara administratif, melainkan benar-benar mampu membentuk karakter warga sekolah yang berwawasan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam keseharian mereka,” ujar Febrilia Ekawati, perwakilan YKWS dalam tim penilai.

Melalui evaluasi yang telah dilakukan terhadap sekolah-sekolah tersebut, diharapkan semakin banyak institusi pendidikan di Kabupaten Pringsewu yang mampu mengimplementasikan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (PBLHS). Langkah ini merupakan pondasi penting untuk mencetak generasi penerus yang tangguh, sehat, dan peduli terhadap kelestarian bumi.